Toni: Makananku Bukan Sayuran!

Cerita Toni 6 Comments »

Halooo lagi, kali ini Toni mau cerita sedikit soal makanan Toni dan teman-teman Toni. Soalnya, ada beberapa temen Bunda yang nanya tentang apa sih makanan hamster itu? trus ribet nggak sih ngerawat kami-kami ini? (gambarnya sengaja dibikin kecil, klo pengen lebih jelas tinggal diklik aja, hihi…)

Bukannya mau promosi atau menyombongkan diri lho ya.., sebenernya ngerawat Toni atau hamsters lain itu cukup mudah kok. Apalagi ukuran kami yang kecil (dibanding hewan peliharaan lain yang sama2 menyusui). Kata Bunda sih, melihara hamster itu cocok banget buat yang sibuk ngantor dari pagi sampe malem tapi tetep pengen punya peliharaan sementara di rumah nggak ada orang yang bisa dititipin. Gimana nggak mudah, soal makan aja, Bunda cukup memberi kami makan satu kali satu hari, bahkan, klo mangkuk makannya gede, bisa aja dikasih makan untuk beberapa hari sekaligus. Untuk urusan minum, lebih mudah lagi, karena satu botol air ukuran 125ml bisa jadi satu minggu!

HamtaroFoods minus kuaciUntuk makanan, Bunda tinggal beli aja di PetShop langganan Bunda (untuk saat ini Bunda blum punya PetShop favorit di Jogja lho, jadi makanan-serbuk kayu-sampe pasir mandi, masih ‘import’ dari Malang, hehe..). Bunda suka sekali beliin kami makanan campur yang mereknya HamtaroFoods, isinya campur-campur, ada biji-bijian kayak makanan burung, ada pelet, ada wiskasnya dan ada kuacinya! Hiks, tapi biasanya sama Bunda kuacinya diambilin, dipisahin gitu deh. Jadi yang dikasihkan ke Toni dkk cuman makanan campur tadi MINUS KUACI. Duh, padahal Toni dkk sukaaaa sekali sama kuaci. Kata Bunda, kuaci itu terlalu banyak mengandung karbohidrat, jadi nggak bagus klo kebanyakan, bisa bikin Toni NDUT kayak Bunda. Memang sih, klo ada kuaci Toni nggak mau makan makanan yang lain, klo kuaci udah abis baru deh makan yang lain hehe…

Klo Ayah lain lagi, Ayah suka banget ngasih kita kuaci (tanpa sepengetahuan Bunda tentunya). Kata Ayah Toni lucu banget klo lagi makan kuaci. Nggak tahu deh lucunya di mana, mungkin pas ngupas kulit kuacinya kali ya? Soalnya Toni bisa ngupas kuaci sambil duduk atau sambil tiduran terlentang gitu. Ssst… tapi klo Bunda tahu, Ayah bisa diomelin loh! Hehe, tapi kata Ayah klo Bunda nggak ngomel sehari saja, Ayah bakal kesepian, hihihi… Ayah ada-ada saja ya :D

Oya, klo Ayah suka ngasih kuaci dalam jumlah banyak yang langsung dimasukkan kekuaci… i love you! mangkuk makanan, Bunda biasanya ngasih kuaci klo lagi main-main sama Toni. Bunda suka ngasih kuaci satu-satu yang langsung disodorin gitu. Wah, Toni dkk seneng sekali klo tangan Bunda udah muncul. Kita semua pasti langsung cari perhatian dengan berdiri-berdiri gitu deh.

disuapin Bunda… nyam!Trus, ada satu hal lagi nih yang penting. Banyak orang mengira klo hamster itu makanannya sama kayak marmut dan kelinci, alias banyak makan sayuran. Waa.. itu sama sekali nggak benar. Toni dkk bisa mati klo cuman dikasih sayuran, apalagi yang hijau-hijau seperti kangkung atau bayam. Huekss. Dulu, Bunda pernah punya pengalaman nggak menyenangkan gara-gara pas Bunda beli hamster di pasar hewan, yang jual bilang klo makanannya cukup sayuran aja, seperti wortel, jagung muda dan kangkung. Karena yang bilang orang yang jual ya semua itu Bunda turuti, tapi yang gitu deh, bau hamsternya Bunda yang dulu nggak enak banget, udah gitu hamsternya nggak pernah tahan lama alias cepet mati. Hiks, kasian yah.

Weh, udah banyak juga cerita Toni kali ini ya? Ya sudah sampai di sini dulu deh, insyaallah besok-besok disambung lagi, soalnya Toni pengen ngasih contekan apa aja sih yang perlu dipersiapkan klo ada yang pengen melihara hamster. Sampai jumpa lagi yaaa… jangan bosen loh sama Toni, Toni kan imutttt, kesayangan Ayah lagi :D

Toni: Selamat Jalan Timmy…

Cerita Toni 8 Comments »

Dulu, Bunda memberinya nama Tomi, tapi setelah ia remaja, Bunda baru tahu klo si Tomi itu perempuan. Oleh karena itu Bunda mengganti namanya menjadi Timmy.

Sejak kecil, Timmy memang lincah, tingkahnya selalu menggemaskan. Bunda sangat menyayanginya. Begitu juga Mas Cici dan mas Rere, keponakan Bunda, sangat betah berlama-lama melihat Tomi Timmy. Bahkan, setiap pagi ketika hendak pergi sekolah, Mas Rere tak pernah lupa berpamitan pada Timmy. Iyah, Timmy memang menyenangkan, wajahnya cantik seperti ibunya (Tante Mini), tubuhnya bulat menggemaskan dengan bulu berwarna abu-abu yang halus dan tebal. Timmy juga nggak pernah cari gara-gara, dia teman yang menyenangkan bagi semua hamster Bunda.

Kemarin pagi, Bunda menemukan badan Timmy lemas. Toni sendiri nggak tahu, sejak kapan Timmy lemas, karena sejak tahu kalo si Timmy cewek, Bunda langsung memindahkannya ke kandang hamster cewek. Usut punya usut, ternyata si Timmy nggak diakurin sama Tante Minul. Timmy yang memang suka mengalah itu, rupanya nggak sempat makan dan minum karena selalu dimusuhi sama Tante Minul. Walhasil, pagi harinya Bunda menemukan si Timmy lemas kelaparan.

Dengan seidh, Bunda menggendong Timmy, menyuapinya dengan susu cokelat kesukaanya (dan kesukaan Toni juga) setetes demi setetes. Toni dengar Bunda terus berbicara pada Timmy, berusaha membangkitkan semangat Timmy untuk berjuang hidup…

“Ayo Timmy sayang… sembuh yah, Bunda sayang sama Timmy…, jangan tinggalin Bunda ya…”

Timmy seperti mengerti apa yang diucapkan Bunda berkali-kali, dia terlihat berusaha sekuat tenaga untuk menelan susu yang disuapkan Bunda, kemudian dia berusaha menggerakkan kedua tangannya, menggerak-gerakkan hidungnya,  menendang-nendangkan kakinya. Tapi makin lama gerakan Timmy makin melemah… sekian jam Timmy berusaha… hingga akhirnya Bunda merasa tak tega. Akhirnya Bunda berkata…

“Ya sudahlah Timmy sayang, kalau memang Timmy harus pergi, Bunda rela, Bunda ikhlas, Bunda tetep sayang sama Timmy…” dan seketika itu, mulut Timmy terbuka dan menghembuskan nafasnya yang terakhir. Timmy pergi untuk selamanya…

Selamat jalan Timmy, terima kasih telah menjadi bagian yang menyenangkan dari kami semua. Kita semua menyayangimu, Bunda, Ayah, mas Cici, mas Rere, pasti merindukanmu…

-Timmy… Selamat Jalan!-

- Timmy ketika masih sehat…-